Industri peternakan sapi daging di seluruh dunia sedang mengalami perubahan besar. Konsumen kini semakin peduli terhadap bagaimana hewan dipelihara, apakah mereka mendapatkan kesejahteraan yang layak, dan apakah produk akhir yang dikonsumsi aman bagi kesehatan. Di sisi lain, penyakit hewan dan potensi penyebarannya menjadi tantangan yang terus membayangi sektor peternakan. Karena itu, dua hal penting harus berjalan berdampingan, yaitu kesejahteraan hewan dan biosekuriti.
Sebuah studi terbaru di Italia memberikan gambaran nyata tentang bagaimana upaya ini dilakukan di lapangan. Penelitian tersebut melibatkan dua puluh lima peternakan sapi potong di wilayah Marche, Italia Tengah. Para peneliti menggunakan alat penilaian resmi yang disebut ClassyFarm, sebuah sistem yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Italia untuk memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan standar peternakan.
Melalui artikel ini, kita akan memahami seperti apa kondisi kesejahteraan hewan dan sistem keamanan biologis di peternakan Italia tersebut, serta apa yang dapat dipelajari oleh Indonesia dalam meningkatkan kualitas sektor peternakan sapi daging.
Baca juga artikel tentang: Rahasia Protein Air: Menggali Potensi Mikroalga dan Duckweed untuk Ternak
Apa itu Kesejahteraan Hewan dan Mengapa Penting
Ketika kita mendengar istilah kesejahteraan hewan, sebagian orang mungkin hanya memikirkannya sebagai perlakuan yang baik terhadap hewan. Namun sebenarnya, konsep kesejahteraan hewan mencakup kondisi fisik, mental, dan lingkungan yang memungkinkan hewan tumbuh sehat, nyaman, bebas dari rasa sakit yang tidak perlu, dan dapat menunjukkan perilaku alaminya.
Kesejahteraan yang buruk pada sapi berdampak langsung pada produktivitas. Sapi yang stres atau sering sakit tentu menghasilkan pertambahan bobot badan yang rendah dan membutuhkan biaya pengobatan lebih tinggi. Artinya, menjaga kesejahteraan hewan bukan hanya masalah etika, tetapi juga menyangkut keuntungan ekonomi peternakan.
Penelitian di wilayah Marche menunjukkan bahwa mayoritas peternakan di sana memiliki nilai kesejahteraan hewan yang cukup baik. Hal ini tidak terlepas dari model pemeliharaan keluarga yang umum di wilayah tersebut. Ketika jumlah ternak tidak terlalu besar, peternak lebih mudah memberikan perhatian langsung pada hewan, seperti memastikan kandang bersih, air minum tersedia setiap saat, dan hewan memilliki ruang gerak cukup.
Selain itu, para peternak Italia telah terbiasa melakukan observasi rutin terhadap perilaku dan kesehatan ternak. Pemahaman yang baik mengenai ciri dasar hewan sakit maupun stres membantu mereka bertindak lebih cepat sebelum masalah berkembang.

Biosekuriti: Tembok Pertahanan Peternakan
Berbeda dengan kesejahteraan hewan yang dinilai cukup tinggi, aspek biosekuriti di peternakan yang diamati ternyata masih harus banyak ditingkatkan. Biosekuriti adalah upaya mencegah masuk dan menyebarnya penyakit ke dalam peternakan, misalnya melalui manusia, hewan baru, alat yang terkontaminasi, bahkan udara dan pakan.
Biosekuriti yang lemah bisa berakibat fatal. Penyakit menular seperti antraks, brucellosis, hingga penyakit mulut dan kuku dapat menyebar cepat jika tindakan pengamanan tidak diperketat. Kerugian berupa kematian ternak, penurunan produksi, hingga larangan perdagangan dapat terjadi.
Beberapa kelemahan biosekuriti yang ditemukan dalam penelitian tersebut antara lain:
• Area kandang dan gudang pakan belum sepenuhnya memiliki batas fisik yang memisahkan dari lingkungan luar
• Kontrol terhadap lalu lintas orang dan kendaraan ke dalam peternakan masih kurang
• Protokol kebersihan belum berjalan secara seragam di semua peternakan
Kondisi ini sebenarnya wajar mengingat peternakan keluarga yang berskala kecil sering memiliki sumber daya terbatas untuk menerapkan sistem pengamanan yang lebih kompleks. Namun demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan di sektor ini sangat mendesak untuk dilakukan.
Peran ClassyFarm dan Dokter Hewan dalam Perubahan
Salah satu langkah besar yang dilakukan Italia adalah penerapan sistem ClassyFarm. Sistem ini berperan sebagai alat evaluasi komprehensif terhadap kesejahteraan hewan, biosekuriti, kesehatan ternak, hingga keamanan pangan. Dengan adanya checklist terstandardisasi, penilaian menjadi objektif dan berbasis data.
Selain itu, tenaga dokter hewan memainkan peran sangat penting. Mereka tidak hanya bertugas mengobati hewan yang sakit, tetapi juga menjadi konsultan utama dalam penerapan manajemen yang lebih baik. Dokter hewan membantu peternak memahami indikator kunci yang harus dicapai dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam menjaga kesehatan ternak.
Akibatnya, perkembangan menuju sistem peternakan yang lebih bertanggung jawab dapat dipantau dengan lebih jelas. Peternak juga lebih termotivasi melakukan perbaikan karena mereka dapat melihat hasil penilaiannya dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Apa yang Bisa Dipetik untuk Indonesia
Sektor peternakan sapi di Indonesia juga sedang berkembang dan bertransformasi. Tantangan seperti penyakit menular, keterbatasan keterampilan peternak, dan aspek kesejahteraan hewan masih perlu terus diatasi. Dari studi di Italia ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diadaptasi:
• Pendampingan intensif dari dokter hewan sangat diperlukan untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan dan sanitasi
• Sistem monitoring terstandar diperlukan agar perkembangan dapat diukur dan dievaluasi secara berkala
• Edukasi peternak tentang pentingnya biosekuriti harus ditingkatkan
• Model peternakan keluarga dapat tetap unggul jika didukung dengan teknologi dan pelatihan yang tepat
• Kesejahteraan hewan harus ditempatkan sebagai prioritas karena berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitas
Indonesia juga dapat mengembangkan sistem evaluasi seperti ClassyFarm yang sesuai dengan kondisi lokal. Dengan demikian, peningkatan kualitas peternakan dapat terjadi secara menyeluruh dan terstruktur.
Hasil penelitian di wilayah Marche, Italia, mengingatkan bahwa kesejahteraan hewan adalah fondasi yang sudah cukup baik pada banyak peternakan keluarga. Namun, biosekuriti yang belum kuat tetap menjadi ancaman serius. Dengan kolaborasi antara peternak, dokter hewan, dan pemerintah, transformasi menuju peternakan yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab dapat terwujud.
Pengalaman Italia dapat menjadi inspirasi. Jika Indonesia mampu memperkuat biosekuriti dan tetap menjaga aspek kesejahteraan hewan, maka bukan hanya produksi sapi yang meningkat, tetapi juga kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan dalam negeri.
Baca juga artikel tentang: Mengapa Kuda Memilih Rumput Tertentu? Sains di Balik Perilaku Merumput
REFERENSI:
Alquati, Filippo dkk. 2025. A Survey on Biosecurity and Animal Welfare in Twenty-Five Beef Cattle Farms in the Marche Region, Central Italy: Application of the ClassyFarm Checklists. Animals 15 (3), 312.


