Dari Jaring ke Jaringan: Kisah Peternakan Ikan Era Digital

Di era digital seperti sekarang, teknologi informasi dan komunikasi (ICT) bukan hanya dipakai untuk chatting, menonton video, atau belanja online. Di banyak negara berkembang, termasuk Nigeria, ICT mulai menjadi sahabat baru para petani ikan. Mulai dari ponsel pintar, WhatsApp, hingga komputer, semua mulai dipakai untuk mendukung kegiatan budidaya ikan.

Sebuah penelitian terbaru di Direct Research Journal of Agriculture and Food Science (2025) meneliti bagaimana petani ikan skala kecil di Negara Bagian Niger, Nigeria, menggunakan ICT untuk meningkatkan usaha mereka. Hasilnya menunjukkan, meskipun masih ada banyak hambatan, ICT terbukti membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan peluang pasar.

Siapa Petani Ikan Skala Kecil?

Petani ikan skala kecil biasanya memiliki kolam dengan kapasitas terbatas, sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal atau komunitas sekitar. Mereka bukan bagian dari industri besar, sehingga modal terbatas, akses pasar minim, dan teknologi sering dianggap terlalu rumit atau mahal.

Namun justru karena skala kecil itulah, ICT bisa menjadi jembatan penting bagi mereka untuk mengakses informasi, pasar, dan pengetahuan baru.

Baca juga artikel tentang: Lebih dari Sekadar Sawah: Bagaimana Peternakan Itik Membantu Petani Lawan Hama dan Hemat Pupuk

Alat ICT yang Paling Banyak Digunakan

Hasil penelitian terhadap 300 responden menunjukkan beberapa temuan menarik:

  • Telepon seluler menjadi alat ICT paling banyak digunakan, dengan 23,58% responden memanfaatkannya.
  • WhatsApp juga populer, digunakan oleh sekitar 12,41% petani ikan.
  • Televisi, komputer desktop, dan internet berperan penting sebagai sumber informasi tambahan.

Dengan ponsel, petani bisa bertanya pada sesama petani, mencari informasi harga pakan, hingga menonton video tutorial cara perawatan ikan. WhatsApp bahkan berfungsi sebagai “kelas online” sederhana untuk berbagi pengalaman atau tips.

Manfaat ICT bagi Petani Ikan

Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan ICT memberi berbagai keuntungan nyata:

1. Akses Informasi Lebih Cepat

Dulu, petani ikan harus menunggu pelatihan tatap muka atau bertanya langsung pada penyuluh. Kini, cukup dengan ponsel, mereka bisa mengakses informasi tentang cara memberi pakan, mencegah penyakit, atau memanen ikan dengan lebih baik.

2. Pemasaran Lebih Luas

Lewat media sosial atau aplikasi pesan, petani bisa langsung berhubungan dengan pembeli atau pedagang. Produk ikan segar bisa dipasarkan lebih cepat, tanpa harus bergantung pada tengkulak.

3. Efisiensi Produksi

Dengan informasi yang tepat, petani bisa mengatur jadwal pemberian pakan, memperkirakan pertumbuhan ikan, dan mengurangi risiko kematian. Hal ini berujung pada biaya produksi yang lebih efisien.

4. Peningkatan Pendapatan

Saat produksi lebih efisien dan akses pasar lebih luas, otomatis pendapatan petani juga bisa meningkat.

Gambar sistem akuakultur lepas pantai berbasis AI cloud yang menggunakan sensor dan video untuk mendeteksi, menghitung, mengukur, serta menganalisis pertumbuhan ikan sehingga hasilnya dapat dipantau melalui database dan perangkat pengguna.

Meskipun menjanjikan, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala utama yang menghambat adopsi ICT di kalangan petani ikan kecil:

  1. Kurangnya kesadaran (10,87%) – Banyak petani belum tahu potensi ICT dalam mendukung usaha mereka.
  2. Pengetahuan ICT yang rendah (5,35%) – Tidak semua petani mahir menggunakan ponsel pintar atau komputer.
  3. Pendapatan rendah (10,69%) – Membeli kuota internet atau perangkat baru sering dianggap mahal.
  4. Biaya fasilitas ICT tinggi (9,37%) – Akses ke komputer, laptop, atau internet masih terbatas.
  5. Kebijakan pemerintah yang tidak konsisten (9,15%) – Program pelatihan atau subsidi sering tidak berkesinambungan.
  6. Tingkat pendidikan rendah (8,31%) – Membuat sebagian petani kesulitan memahami informasi digital.

Peluang Perbaikan

Untuk memaksimalkan manfaat ICT di bidang perikanan, para peneliti merekomendasikan beberapa langkah:

  • Edukasi dan literasi digital: pelatihan sederhana untuk mengajarkan cara menggunakan ponsel pintar, aplikasi, dan internet.
  • Kebijakan pemerintah yang mendukung: subsidi internet, program distribusi ponsel murah, atau penyediaan pusat teknologi di desa.
  • Kerjasama komunitas: kelompok petani bisa berbagi perangkat atau biaya akses internet bersama.
  • Pengembangan aplikasi lokal: aplikasi khusus untuk petani ikan dengan bahasa yang sederhana dan sesuai konteks lokal.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Jika ICT digunakan lebih luas, dampaknya bisa sangat besar:

  • Mengurangi kemiskinan pedesaan dengan meningkatkan pendapatan petani kecil.
  • Menciptakan lapangan kerja baru, misalnya dalam bidang pemasaran digital hasil perikanan.
  • Meningkatkan ketahanan pangan, karena produksi ikan lebih terjamin dan efisien.

Bagi konsumen, hal ini berarti akses ke ikan segar lebih mudah dan harga lebih terjangkau.

Contoh Nyata: WhatsApp Sebagai “Kolam Virtual”

Bayangkan sekelompok petani di desa yang membuat grup WhatsApp. Di sana mereka bisa:

  • Berbagi harga pakan terbaru.
  • Mengirim foto ikan yang sakit untuk minta saran.
  • Mengatur penjualan kolektif ke pasar kota.

Dengan cara sederhana ini, WhatsApp menjadi “kolam virtual” yang membantu mereka tumbuh bersama.

Teknologi informasi dan komunikasi bukan lagi barang mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar dalam banyak sektor, termasuk perikanan. Di Nigeria, penelitian menunjukkan bahwa meski masih banyak hambatan, ICT sudah membantu petani ikan kecil meningkatkan produksi, pemasaran, dan pendapatan.

Namun, agar manfaatnya benar-benar terasa, diperlukan dukungan pemerintah, pelatihan, serta kesadaran petani sendiri untuk lebih terbuka pada teknologi.

Di masa depan, bukan tidak mungkin ponsel pintar akan menjadi “alat kerja utama” petani ikan, sejajar dengan jaring dan ember. Dengan teknologi di tangan, petani kecil bisa menjadi pemain besar dalam menyediakan pangan sehat bagi dunia.

Baca juga artikel tentang: Peternakan Kelinci Berkelanjutan: Manfaat Allicin, Likopen, Vitamin E & C

REFERENSI:

Adeyemi, Samuel Olabode dkk. 2025. Assessment of the Usage of Information and Communication Technology (ICT) for Fish Farming among Smallholder Fish Farmers in Niger State, Nigeria. Direct Research Journal of Agriculture and Food Science 13 (1), 196-202.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top