Dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam menyediakan cukup makanan bergizi bagi populasi yang terus bertambah. Salah satu tantangan terbesar adalah kebutuhan akan protein. Protein merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk tumbuh, memperbaiki jaringan, serta menjaga kesehatan tubuh.
Selama ini, protein banyak dipenuhi dari daging, ikan, kedelai, dan jagung. Namun, cara produksi bahan-bahan tersebut sering kali menimbulkan dampak lingkungan yang besar, seperti deforestasi, emisi gas rumah kaca, hingga penggunaan air dan lahan yang berlebihan.
Di sinilah muncul ide untuk mencari sumber protein baru yang lebih berkelanjutan. Salah satu kandidat yang mulai banyak diteliti adalah mikroalga (ganggang mikroskopis) dan duckweed atau kiambang, tanaman air kecil yang tumbuh di permukaan kolam.
Baca juga artikel tentang: Budidaya Walet: Cara Baru Desa Mengubah Alam Jadi Peluang Ekonomi yang Menjanjikan
Apa Itu Mikroalga dan Duckweed?
Mikroalga adalah organisme air bersel satu yang bisa berkembang biak dengan sangat cepat. Beberapa jenis mikroalga yang terkenal adalah Chlorella dan Spirulina (Arthrospira). Mikroalga sudah cukup lama dikenal sebagai suplemen kesehatan karena kandungan nutrisinya yang tinggi.
Sementara itu, duckweed (Lemna minor) adalah tanaman air kecil yang tumbuh mengapung di permukaan kolam, rawa, atau sungai. Tanaman ini sering dianggap gulma, padahal sebenarnya sangat kaya protein, cepat tumbuh, dan bisa dipanen dengan mudah.
Keduanya (mikroalga dan duckweed) sedang naik daun dalam dunia penelitian karena potensi besar mereka sebagai sumber protein nabati baru untuk makanan manusia dan pakan ternak.

Mengapa mikroalga dan duckweed dianggap istimewa? Jawabannya ada pada kandungan gizinya.
- Tinggi Protein
- Mikroalga seperti Spirulina bisa mengandung lebih dari 60% protein dari berat keringnya.
- Duckweed juga memiliki kandungan protein hingga 40%, setara bahkan lebih tinggi dibanding kedelai.
- Asam Amino Lengkap
Protein yang baik bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas. Mikroalga dan duckweed mengandung asam amino esensial lengkap, yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan hewan maupun manusia. - Kaya Antioksidan dan Vitamin
Mikroalga kaya akan pigmen alami seperti beta-karoten dan fikosianin, yang berfungsi sebagai antioksidan. Duckweed mengandung vitamin A, B, dan mineral penting seperti zat besi serta kalsium. - Fungsi Tambahan
Selain untuk nutrisi, mikroalga juga menghasilkan senyawa bioaktif yang bisa berfungsi sebagai antiinflamasi, antimikroba, bahkan meningkatkan daya tahan tubuh.
Ramah Lingkungan
Salah satu keunggulan terbesar mikroalga dan duckweed adalah sifatnya yang ramah lingkungan.
- Tidak Butuh Lahan Subur
Mikroalga bisa tumbuh di kolam, tangki, bahkan air limbah, tanpa harus mengorbankan lahan pertanian. Duckweed juga hanya butuh air tenang, sehingga tidak bersaing dengan tanaman pangan lain. - Hemat Air dan Cepat Tumbuh
Duckweed bisa berlipat ganda hanya dalam 2–3 hari. Mikroalga bahkan bisa dipanen setiap hari. Ini jauh lebih efisien dibanding tanaman pangan biasa. - Mengurangi Limbah
Menariknya, mikroalga dan duckweed bisa digunakan untuk membersihkan air limbah dengan menyerap nutrien berlebih seperti nitrogen dan fosfor. Jadi, selain menghasilkan protein, mereka juga membantu menjaga lingkungan tetap bersih. - Mengurangi Emisi Karbon
Karena tumbuh dengan fotosintesis, keduanya mampu menyerap CO₂ dari atmosfer, sehingga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
Aplikasi dalam Pakan Ternak
Salah satu potensi terbesar dari mikroalga dan duckweed adalah penggunaannya dalam pakan ternak dan ikan.
- Untuk Ikan
Mikroalga sudah digunakan dalam pakan ikan, terutama di tahap awal pertumbuhan larva. Duckweed juga bisa menjadi sumber pakan ikan karena mudah dicerna. - Untuk Unggas dan Babi
Studi menunjukkan bahwa penambahan mikroalga dalam pakan ayam bisa meningkatkan kualitas telur, misalnya kandungan omega-3. Duckweed juga berpotensi menggantikan sebagian kedelai dalam pakan ayam. - Untuk Sapi
Kandungan proteinnya yang tinggi dapat membantu meningkatkan efisiensi pencernaan pada sapi, meskipun perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan dosis yang tepat.
Aplikasi dalam Pangan Manusia
Selain pakan, mikroalga dan duckweed juga punya masa depan cerah di dunia makanan manusia.
- Mikroalga sudah banyak dijual dalam bentuk suplemen Spirulina atau Chlorella, baik sebagai kapsul maupun bubuk.
- Duckweed mulai diteliti untuk dijadikan tepung protein nabati, yang bisa ditambahkan ke produk makanan seperti roti, mi, atau minuman kesehatan.
- Senyawa bioaktif dari mikroalga juga digunakan sebagai bahan tambahan makanan fungsional, misalnya antioksidan alami atau pengemulsi.
Tantangan yang Masih Ada
Meski menjanjikan, ada beberapa tantangan yang perlu diselesaikan:
- Biaya Produksi
Saat ini, budidaya mikroalga masih cukup mahal karena butuh teknologi khusus. - Rasa dan Penerimaan Konsumen
Tidak semua orang suka aroma khas mikroalga atau duckweed. Perlu inovasi untuk membuat produk lebih enak. - Regulasi dan Standar Keamanan
Karena masih tergolong baru, regulasi penggunaan duckweed dan mikroalga sebagai bahan pangan perlu diperjelas agar aman untuk konsumsi massal.
Masa Depan Protein Berkelanjutan
Penelitian terbaru menegaskan bahwa integrasi mikroalga dan duckweed ke dalam sistem pangan dan pertanian bisa membawa banyak manfaat:
- Meningkatkan ketahanan pangan global
- Mengurangi ketergantungan pada kedelai dan jagung impor
- Memberikan solusi ramah lingkungan dalam produksi protein
- Membuka peluang bisnis baru dalam industri pakan dan pangan
Dengan dukungan riset lebih lanjut, peningkatan teknologi budidaya, dan penerimaan pasar, mikroalga dan duckweed berpotensi menjadi bintang baru dalam dunia protein berkelanjutan.
Mikroalga dan duckweed bukan sekadar tanaman air biasa. Mereka adalah solusi inovatif untuk tantangan pangan dan pakan di masa depan. Dengan kandungan protein tinggi, manfaat kesehatan, serta dampak lingkungan yang positif, keduanya bisa menjadi jawaban atas kebutuhan dunia akan sumber protein yang lebih berkelanjutan, sehat, dan ramah lingkungan.
Baca juga artikel tentang: Pakan Ternak Lokal, Harapan Besar Peternakan Unggas Berkelanjutan
REFERENSI:
Song, Yingjie dkk. 2025. Utilization of microalgae and duckweed as sustainable protein sources for food and feed: Nutritional potential and functional applications. Journal of Agricultural and Food Chemistry 73 (8), 4466-4482.


