Bayangkan Anda seorang peternak sapi. Setiap hari, Anda harus memastikan sapi-sapi sehat, cukup makan, dan siap menghasilkan susu atau daging berkualitas. Biasanya, peternak menilai kondisi tubuh ternak dengan cara tradisional: mengukur lingkar tubuh, menimbang berat, atau sekadar menilai dari “mata ahli”. Tapi cara ini punya banyak keterbatasan: memakan waktu, melelahkan, dan sering kali subjektif.
Nah, penelitian terbaru menunjukkan bahwa teknologi visi komputer (computer vision) dan kecerdasan buatan (AI) bisa mengubah cara kita menilai tubuh hewan ternak. Alih-alih mengandalkan pengukuran manual, kini kamera dan algoritma pintar dapat membaca bentuk tubuh hewan, memprediksi kesehatan, hingga mendeteksi masalah lebih cepat daripada manusia. Mari kita bahas lebih dalam.
Baca juga artikel tentang: Lebih dari Sekadar Sawah: Bagaimana Peternakan Itik Membantu Petani Lawan Hama dan Hemat Pupuk
Apa Itu “Body Conformation” pada Ternak?
“Body conformation” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk, ukuran, dan proporsi tubuh hewan ternak. Bagi peternak, hal ini sangat penting karena:
- Kesehatan – Tubuh yang terlalu kurus bisa menandakan hewan sakit atau kurang gizi, sementara tubuh terlalu gemuk bisa berisiko penyakit metabolik.
- Produktivitas – Bentuk tubuh tertentu terkait dengan produksi susu, daging, atau kemampuan reproduksi.
- Nilai Breeding – Hewan dengan konformasi tubuh baik biasanya dipilih sebagai induk untuk generasi berikutnya.
Dengan kata lain, menilai body conformation adalah kunci untuk memastikan hewan ternak tetap sehat, produktif, dan menguntungkan.

Selama puluhan tahun, peternak menggunakan metode manual. Misalnya dengan pita ukur untuk mengukur lingkar dada, timbangan besar untuk bobot, atau sekadar “feeling” dengan melihat kondisi tubuh.
Masalahnya, metode ini:
- Subjektif – Penilaian bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain.
- Lambat – Membutuhkan banyak waktu, apalagi untuk peternakan besar.
- Berisiko – Mengukur hewan besar seperti sapi bisa berbahaya bagi pekerja.
Di sinilah teknologi hadir menawarkan solusi.
Bagaimana Visi Komputer Membantu?
Visi komputer adalah cabang kecerdasan buatan yang memungkinkan komputer “melihat” dan menganalisis gambar atau video. Dengan kamera biasa atau sensor canggih, komputer dapat mengubah foto hewan menjadi data yang bisa dihitung.
Beberapa pendekatan yang kini digunakan:
- Citra 2D (dua dimensi)
Foto biasa dari kamera ponsel atau CCTV bisa dianalisis untuk mengukur panjang tubuh, tinggi, atau bahkan pola distribusi lemak. - Model 3D (tiga dimensi)
Teknologi seperti point cloud dapat memindai tubuh hewan secara menyeluruh, menghasilkan model 3D yang lebih akurat untuk menilai volume tubuh. - Fusi Data Multimodal
Bukan hanya gambar, tapi juga data lain seperti sensor berat, suhu tubuh, atau bahkan suara, bisa digabung untuk penilaian lebih lengkap.

Bayangkan kamera dipasang di pintu kandang. Setiap sapi yang lewat otomatis dipindai. AI kemudian menghitung skor kondisi tubuh (Body Condition Score/BCS) tanpa perlu disentuh. Hasilnya langsung masuk ke aplikasi peternak.
Manfaat nyata bagi peternak:
- Lebih cepat: Ratusan hewan bisa dianalisis dalam hitungan menit.
- Lebih akurat: Tidak bergantung pada subjektivitas mata manusia.
- Lebih aman: Tidak perlu kontak langsung dengan hewan besar.
- Lebih berkelanjutan: Data yang terkumpul dari waktu ke waktu membantu memprediksi masalah sebelum terjadi.
Potensi Dampak Besar
Menggunakan computer vision dalam peternakan bisa membawa dampak besar:
- Produktivitas meningkat
Hewan yang sakit atau kurang gizi bisa cepat terdeteksi, sehingga intervensi lebih cepat dilakukan. - Efisiensi biaya
Mengurangi tenaga kerja manual dan meminimalisir kerugian akibat penyakit yang terlambat ditangani. - Kesejahteraan hewan
Penilaian dilakukan tanpa stres karena hewan tidak perlu ditahan atau disentuh berulang kali. - Data untuk masa depan
Data digital dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut, misalnya mencocokkan pola tubuh dengan hasil produksi susu atau daging.
Tantangan yang Harus Diatasi
Meski menjanjikan, ada beberapa tantangan besar:
- Biaya awal: Kamera 3D atau sensor canggih bisa mahal untuk peternak kecil.
- Kualitas data: Pencahayaan buruk atau posisi hewan bisa memengaruhi hasil analisis.
- Integrasi: Teknologi ini perlu disambungkan dengan sistem manajemen peternakan agar benar-benar bermanfaat.
- Pelatihan AI: Diperlukan data dalam jumlah besar untuk melatih algoritma agar akurat di berbagai kondisi lapangan.
Menuju Peternakan Masa Depan
Artikel ini menyoroti tren besar: peternakan kini tidak hanya soal memberi makan dan memerah susu, tapi juga soal data dan teknologi digital. Sama seperti ponsel pintar yang membantu aktivitas sehari-hari, peternakan juga menuju era “pintar”.
Bayangkan di masa depan:
- Peternak cukup membuka aplikasi untuk melihat kesehatan seluruh ternaknya secara real-time.
- AI memberi peringatan dini bila ada hewan yang mulai kurus.
- Kamera otomatis menyesuaikan pakan sesuai kebutuhan tiap hewan.
Teknologi seperti ini bisa menjadi kunci untuk menjawab tantangan global: memberi makan populasi dunia yang terus bertambah, sambil menjaga kesejahteraan hewan dan kelestarian lingkungan.
Menilai konformasi tubuh ternak adalah hal penting, tetapi cara tradisional sudah tidak cukup cepat, akurat, dan praktis. Dengan bantuan visi komputer dan AI, peternak bisa mendapatkan data yang lebih objektif, aman, dan bermanfaat.
Perjalanan menuju peternakan cerdas masih panjang, tapi langkah awal sudah ada. Dunia peternakan kini bukan lagi hanya tentang sapi, kambing, atau ayam tetapi juga tentang kamera, algoritma, dan data.
Dan mungkin, di masa depan, peternak terbaik bukan hanya yang punya ladang luas, tapi juga yang paling pintar menggunakan teknologi.
Baca juga artikel tentang: Peternakan Kelinci Berkelanjutan: Manfaat Allicin, Likopen, Vitamin E & C
REFERENSI:
Yang, Simon X dkk. 2025. Review of Computer Vision for Livestock Body Conformation Assessment. Agriculture Communications, 100099.


