Keracunan Makanan dan Superbug: Kisah Salmonella dari Dunia Peternakan

Mungkin Anda pernah mendengar berita tentang orang yang keracunan makanan setelah makan ayam goreng atau telur setengah matang? Salah satu penyebab utamanya adalah bakteri bernama Salmonella.

Salmonella adalah jenis bakteri yang sering hidup di saluran pencernaan hewan, termasuk ayam. Jika daging ayam atau telur yang mengandung bakteri ini tidak dimasak hingga matang sempurna, bakteri tersebut bisa ikut masuk ke tubuh manusia. Akibatnya, orang bisa mengalami keracunan makanan dengan gejala seperti diare, sakit perut, muntah, demam, hingga dehidrasi.

Bakteri ini termasuk salah satu penyebab diare terbanyak di dunia. Pada kasus ringan, penderita bisa sembuh dengan istirahat dan cukup minum, tetapi pada kasus yang lebih berat terutama pada anak kecil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi Salmonella bisa sangat berbahaya dan berujung fatal bila tidak segera ditangani.

Karena itu, cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan memasak ayam dan telur hingga matang sempurna, menjaga kebersihan dapur, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan.

Yang lebih mengkhawatirkan, kini muncul jenis Salmonella resisten terhadap banyak antibiotik atau dikenal dengan Multidrug-Resistant (MDR) Salmonella. Artinya, infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini semakin sulit diobati, bahkan dengan obat-obatan yang biasanya manjur.

Salmonella tidak hanya ada pada manusia, tetapi juga hidup di dalam tubuh hewan ternak, seperti ayam, sapi, atau bahkan babi. Infeksi bisa menyebar melalui produk pangan hewani seperti daging dan telur, juga melalui sayuran dan buah yang terkontaminasi pupuk kandang atau air tercemar.

Menurut penelitian, sekitar 70% kasus Salmonella pada manusia terjadi akibat mengonsumsi makanan hewani yang terkontaminasi, terutama produk unggas. Itu sebabnya, penyakit ini disebut sebagai ancaman besar dalam rantai pangan global.

Baca juga artikel tentang: Inovasi Hijau: Dari Cangkang Udang ke Pakan Akuakultur Bernutrisi Tinggi

Mengapa Salmonella Bisa Jadi Kebal Antibiotik?

Sama seperti manusia, hewan ternak juga bisa sakit dan diberi antibiotik untuk penyembuhan atau pencegahan penyakit. Namun, penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak tepat dalam peternakan justru memberi “kesempatan emas” bagi bakteri untuk beradaptasi.

Bayangkan bakteri sebagai “tentara kecil”. Saat diserang antibiotik, sebagian besar mati. Tapi ada beberapa yang kuat dan bertahan hidup. Lama-kelamaan, keturunan mereka menjadi semakin kebal. Inilah yang menyebabkan munculnya bakteri super seperti MDR Salmonella.

Jenis Salmonella dan Bahayanya

Ada dua kelompok besar Salmonella yang perlu diketahui:

  1. Tifoidal (S. Typhi dan S. Paratyphi A, B, C)
    • Hanya menyerang manusia.
    • Menyebabkan demam tifoid (tifus), penyakit serius yang masih banyak ditemukan di negara berkembang.
  2. Non-Tifoidal (NTS seperti S. Typhimurium dan S. Enteritidis)
    • Menyerang manusia maupun hewan.
    • Menyebabkan gastroenteritis alias keracunan makanan.
    • Bisa menular dari hewan ke manusia lewat pangan.

Yang jadi masalah, NTS inilah yang sering ditemukan di produk pangan hewani dan bisa menimbulkan penyakit serius.

Dampak pada Kesehatan Masyarakat

MDR Salmonella tidak bisa dianggap remeh. Infeksi ini bisa menyebabkan:

  • Diare parah, dehidrasi, dan dalam kasus berat bisa mengancam nyawa.
  • Masa rawat lebih lama di rumah sakit karena pengobatan lebih sulit.
  • Biaya kesehatan meningkat akibat penggunaan antibiotik yang lebih mahal.
  • Risiko kematian lebih tinggi terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Bagaimana Mencegah Penyebaran Salmonella dari Peternakan?

Untungnya, ada banyak cara untuk menekan risiko infeksi Salmonella. Berikut langkah-langkah penting yang disarankan para peneliti:

  1. Kebersihan Ternak (Biosekuriti)
    • Pastikan kandang, pakan, dan air minum bebas dari kontaminasi.
    • Batasi akses orang luar ke area peternakan.
  2. Keamanan Pakan
    • Gunakan pakan yang sudah terjamin kualitasnya.
    • Hindari kontaminasi silang dengan kotoran hewan.
  3. Pengolahan Pangan yang Baik
    • Masak daging dan telur hingga matang sempurna.
    • Pisahkan alat masak untuk daging mentah dan makanan siap saji.
  4. Higiene Pribadi
    • Cuci tangan setelah menyentuh hewan atau produk mentah.
    • Biasakan mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.

Alternatif Pengobatan di Masa Depan

Karena antibiotik semakin kehilangan kekuatannya, para ilmuwan mencari solusi lain untuk melawan MDR Salmonella, di antaranya:

  • Probiotik dan Prebiotik: Bakteri baik yang bisa melawan bakteri jahat di usus.
  • Bakteriofag: Virus khusus yang hanya menyerang bakteri.
  • Vaksin: Untuk mencegah infeksi sejak awal.
  • Asam Organik dan Minyak Esensial: Bahan alami yang terbukti punya efek antibakteri.
  • Peptida Antimikroba: Protein kecil yang bisa membunuh bakteri.

Semua ini masih dalam tahap penelitian, tapi menjanjikan untuk masa depan.

Peran Konsumen dalam Mengurangi Risiko

Selain peternak dan pemerintah, kita sebagai konsumen juga punya peran penting:

  • Pilih produk dari sumber terpercaya yang menjaga standar keamanan pangan.
  • Perhatikan label dan masa kadaluarsa sebelum membeli daging, telur, atau produk susu.
  • Dukung praktik peternakan berkelanjutan yang tidak menyalahgunakan antibiotik.

Infeksi Salmonella resisten antibiotik adalah masalah besar yang menghubungkan dunia peternakan dan kesehatan manusia. Penyakit ini bisa menular dari kandang ternak ke meja makan kita jika tidak ada langkah pencegahan yang ketat.

Namun, kabar baiknya, ada banyak upaya yang sedang dilakukan: dari biosekuriti di peternakan, peningkatan keamanan pangan, hingga pengembangan terapi baru seperti probiotik dan vaksin.

Bagi kita sebagai konsumen, kesadaran akan pentingnya higiene pangan dan memilih produk yang aman juga sama pentingnya. Ingat, menjaga kesehatan ternak berarti juga menjaga kesehatan manusia.

Baca juga artikel tentang: Pemuliaan Serangga: Inovasi Kecil untuk Dampak Besar di Dunia Peternakan

REFERENSI:

Onyeke, Brian O & Bahman, Nahed. 2025. Pathogenicity, Epidemiology, and Advances in the Treatment of Multidrug-Resistant Salmonella Infections: A Narrative Review. Glob Acad J Med Sci 7.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top