Dari Yunani untuk Dunia: Robot Penyelam yang Bisa Selamatkan Akuakultur

Peternakan ikan, atau yang biasa disebut akuakultur, kini menjadi salah satu tulang punggung penyediaan pangan dunia. Permintaan ikan dan seafood terus meningkat, sementara cadangan ikan liar di laut semakin menipis akibat penangkapan berlebih. Karena itu, banyak negara mulai mengembangkan sistem budidaya ikan di laut dengan keramba jaring apung atau fasilitas khusus.

Namun, di balik potensi besar ini, ada tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satunya adalah perawatan fasilitas bawah laut. Bayangkan saja, jaring tempat ribuan ikan dipelihara bisa sobek, ditumbuhi organisme liar, atau dipenuhi benda asing yang berbahaya. Jika tidak segera ditangani, ikan bisa kabur, sakit, atau bahkan mati massal. Biasanya, pekerjaan ini membutuhkan penyelam manusia yang turun langsung ke laut, namun pekerjaan tersebut berisiko tinggi, mahal, dan tidak selalu efektif.

Penelitian terbaru dari Yunani mencoba menjawab masalah ini dengan menghadirkan kendaraan bawah laut yang dioperasikan dari jarak jauh, atau biasa dikenal dengan istilah ROV (Remotely Operated Vehicle). Namun, yang menarik, para peneliti tidak hanya membuat ROV biasa. Mereka mengembangkan kendaraan bawah laut hibrida, yang bisa bekerja secara otomatis maupun dikendalikan langsung tergantung kebutuhan.

Robot ini dirancang khusus untuk membantu peternak ikan dalam:

  • Menginspeksi jaring di dasar laut.
  • Mengangkat benda asing yang menempel di jaring.
  • Membersihkan sisa-sisa ikan mati (fish mort) agar tidak mencemari lingkungan.
  • Memperbaiki jaring yang rusak.

Dengan kemampuan ini, robot penyelam diharapkan bisa menjadi “asisten bawah laut” yang membantu pekerjaan peternak ikan lebih cepat, aman, dan murah.

Baca juga artikel tentang: Pakan Bernutrisi tapi Beracun? Fakta Aflatoksin B1 yang Harus Diketahui Peternak

Bagaimana Cara Kerja Robot Ini?

Robot bawah air hibrida ini memiliki dua mode utama:

  1. Mode otomatis penuh
    Dalam mode ini, robot bisa melakukan inspeksi sendiri dengan memanfaatkan sensor, kamera, dan sistem navigasi. Jadi, ia bisa menyelam, memantau kondisi jaring, dan mengirim data ke operator di darat tanpa perlu dikendalikan terus-menerus.
  2. Mode semi-otomatis
    Pada mode ini, operator bisa mengendalikan robot secara langsung, misalnya saat harus melakukan pekerjaan detail seperti memotong benda yang nyangkut di jaring atau menambal bagian yang rusak.

Robot juga dilengkapi dengan “lengan manipulator”, semacam tangan mekanis yang bisa menggenggam, memotong, atau memindahkan benda. Alat ini membuat robot tidak hanya bisa mengamati, tapi juga benar-benar “bekerja” di bawah air.

Gambaran umum sistem HROV: (a) kendaraan tanpa tali dalam mode otonom; (b) kendaraan dengan tali yang dilengkapi alat pengumpul bangkai ikan; (c) kendaraan dengan tali yang dilengkapi alat perbaikan jaring.

Uji Coba di Peternakan Ikan Yunani

Penelitian ini dilakukan di peternakan ikan laut di Kepulauan Kefalonia, Yunani, salah satu lokasi terkenal untuk budidaya ikan laut di Eropa. Dalam uji coba, robot berhasil menjalankan berbagai misi, termasuk:

  • Mengecek kondisi jaring.
  • Mengukur kualitas lingkungan di sekitar keramba.
  • Membersihkan bagian-bagian jaring yang bermasalah.

Hasilnya cukup menjanjikan. Robot dapat bekerja dengan baik, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dikembangkan lebih lanjut, seperti efisiensi energi, kemampuan navigasi di arus laut yang kuat, dan pemeliharaan sistem elektroniknya.

Pelacakan lintasan pada kondisi nyata di dalam keramba jaring apung.

Kenapa Teknologi Ini Penting?

  1. Mengurangi Risiko bagi Penyelam
    Biasanya, penyelam manusia harus turun ke laut untuk memperbaiki jaring. Selain mahal, pekerjaan ini juga berbahaya karena penyelam bisa kelelahan, tersangkut jaring, atau menghadapi kondisi laut yang ekstrem. Robot penyelam bisa mengambil alih pekerjaan berisiko tinggi ini.
  2. Efisiensi Biaya dan Waktu
    Dengan robot, inspeksi bisa dilakukan lebih sering tanpa perlu menunggu jadwal penyelam. Jika ada kerusakan kecil, bisa segera diperbaiki sebelum menimbulkan masalah besar.
  3. Meningkatkan Produktivitas Peternakan Ikan
    Lingkungan yang bersih dan fasilitas yang terawat berarti ikan tumbuh lebih sehat, angka kematian lebih rendah, dan hasil panen lebih tinggi.
  4. Data Lingkungan yang Akurat
    Robot bisa dipasangi sensor tambahan untuk mengukur suhu air, kadar oksigen, arus laut, bahkan tingkat polusi. Data ini sangat berguna untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut sekitar.

Masa Depan Robot Akuakultur

Penelitian ini baru langkah awal, tetapi membuka peluang besar di masa depan. Bayangkan jika setiap peternakan ikan di laut punya “armada” robot penyelam yang bisa:

  • Melakukan patroli rutin.
  • Mengantisipasi kerusakan sebelum terjadi.
  • Membersihkan lingkungan dari polusi.
  • Membantu memantau kesehatan ikan.

Lebih jauh lagi, teknologi ini bisa diintegrasikan dengan sistem Internet of Things (IoT). Artinya, semua data dari robot bisa dikirim ke komputer pusat, dianalisis dengan kecerdasan buatan (AI), lalu memberikan rekomendasi otomatis kepada peternak. Misalnya:

  • “Jaring di sisi timur mulai aus, segera perbaiki.”
  • “Ada ikan mati di keramba nomor tiga, segera angkat agar tidak mencemari.”
  • “Kadar oksigen menurun, aktifkan sistem aerasi tambahan.”

Dengan cara ini, peternakan ikan masa depan bisa berjalan hampir otomatis, dengan sedikit campur tangan manusia.

Tantangan yang Masih Ada

Meski menjanjikan, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi sebelum robot penyelam bisa dipakai secara luas:

  • Biaya awal masih cukup mahal untuk petani ikan kecil.
  • Teknologi perawatan robot sendiri juga memerlukan keterampilan khusus.
  • Ketahanan baterai masih menjadi masalah utama dalam operasi bawah laut jangka panjang.
  • Adaptasi petani ikan terhadap teknologi baru tidak selalu mudah.

Namun, seperti teknologi lain, seiring waktu biaya akan semakin turun, kemampuan meningkat, dan penggunaannya makin meluas.

Akuakultur jelas akan menjadi salah satu solusi utama untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Namun, agar bisa berkelanjutan, peternakan ikan harus dijaga dengan teknologi yang cerdas, efisien, dan aman.

Robot penyelam hibrida yang sedang diuji coba di Yunani ini memberi gambaran menarik tentang masa depan itu. Di mana laut bukan hanya diisi oleh ikan dan nelayan, tapi juga oleh robot-robot kecil yang bekerja tanpa lelah menjaga agar ikan tetap sehat, jaring tetap kuat, dan lingkungan tetap lestari.

Dengan kemajuan seperti ini, kita bisa berharap bahwa masa depan pangan laut dunia akan lebih terjamin, bukan hanya untuk kita hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang.

Baca juga artikel tentang: Peternakan Gurita: Antara Ambisi Industri dan Peringatan Ilmuwan

REFERENSI:

Vasileiou, Marios & Vlontzos, George dkk. A hybrid remotely operated underwater vehicle for maintenance operations in aquaculture: Practical insights from Greek fish farms. Computers and Electronics in Agriculture 232, 110045.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top