Ketika kita berbicara tentang peternakan ikan, banyak orang langsung membayangkan para lelaki yang sibuk memberi pakan ikan atau memperbaiki kolam. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Nigeria membuka mata kita bahwa perempuan juga memainkan peran penting dalam industri ini.
Di wilayah pedesaan Nigeria, khususnya di Makurdi, Benue State, banyak perempuan yang terlibat langsung dalam kegiatan budidaya ikan. Keterlibatan mereka bukan hanya soal membantu, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam mendukung ekonomi rumah tangga. Peternakan ikan bagi perempuan di desa bukan sekadar pekerjaan tambahan, tetapi sumber penghasilan yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga.
Penelitian ini menganalisis bagaimana perbedaan gender (laki-laki dan perempuan) dalam partisipasi peternakan ikan, serta dampaknya terhadap pengembangan pendapatan perempuan pedesaan. Para peneliti mengumpulkan data dari perempuan yang ikut dalam usaha budidaya ikan di Makurdi, lalu membandingkan kontribusi mereka dengan laki-laki dalam hal tenaga kerja, keputusan, dan keuntungan yang diperoleh.
Fokus penelitian bukan hanya pada “berapa banyak ikan yang diproduksi”, melainkan bagaimana perempuan bisa mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial dari keterlibatannya dalam budidaya ikan.
Baca juga artikel tentang: Pakan Bernutrisi tapi Beracun? Fakta Aflatoksin B1 yang Harus Diketahui Peternak
Hasil yang Mengejutkan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan seringkali memiliki akses terbatas terhadap lahan, modal, dan teknologi, peran mereka dalam peternakan ikan tetap signifikan. Mereka banyak terlibat dalam:
- Pemberian pakan ikan setiap hari.
- Pemeliharaan kebersihan kolam.
- Pemanenan ikan ketika sudah siap dijual.
- Pemasaran hasil panen, baik di pasar lokal maupun melalui jaringan kecil.
Sayangnya, ketika berbicara soal akses terhadap modal usaha atau pengambilan keputusan besar, perempuan sering berada di posisi kedua setelah laki-laki. Hal ini membuat mereka belum bisa maksimal dalam mengembangkan usahanya.
Namun, meskipun keterbatasan itu ada, penelitian menemukan bahwa perempuan yang terlibat dalam budidaya ikan berhasil meningkatkan pendapatan rumah tangganya secara signifikan. Penghasilan tambahan dari ikan membuat mereka bisa membiayai pendidikan anak, memperbaiki kualitas gizi keluarga, hingga mendukung kebutuhan dasar sehari-hari.
Mengapa Peternakan Ikan Penting bagi Perempuan Pedesaan?
Ada beberapa alasan mengapa budidaya ikan menjadi solusi ekonomi yang sangat relevan bagi perempuan di pedesaan Nigeria:
- Modal Relatif Rendah
Budidaya ikan bisa dimulai dengan kolam kecil dan jumlah benih yang terbatas. Hal ini membuatnya lebih mudah diakses oleh perempuan yang biasanya memiliki keterbatasan modal. - Pasar yang Stabil
Ikan merupakan sumber protein utama di banyak wilayah Afrika. Permintaan pasar relatif stabil, sehingga perempuan yang membudidayakan ikan hampir selalu memiliki pembeli. - Fleksibilitas Waktu
Perempuan di pedesaan biasanya memiliki beban ganda: mengurus rumah tangga dan mencari penghasilan. Peternakan ikan menawarkan fleksibilitas, karena pemberian pakan dan pemeliharaan bisa diatur sesuai jadwal. - Dampak Sosial
Keterlibatan perempuan dalam peternakan ikan tidak hanya memberi manfaat finansial, tetapi juga meningkatkan status sosial mereka di masyarakat. Mereka lebih dihargai karena mampu menyumbang bagi ekonomi keluarga.
Tantangan yang Dihadapi
Meski menjanjikan, perjalanan perempuan dalam peternakan ikan tidak selalu mulus. Beberapa tantangan yang mereka hadapi antara lain:
- Akses terhadap lahan terbatas. Banyak lahan kolam dimiliki laki-laki, sementara perempuan harus menyewa atau bekerja sama.
- Modal usaha kecil. Sulit bagi perempuan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan karena keterbatasan agunan.
- Kurangnya pelatihan. Perempuan sering tidak mendapat kesempatan ikut dalam program pelatihan teknik budidaya ikan yang biasanya didominasi laki-laki.
- Diskriminasi gender. Norma sosial masih menempatkan laki-laki sebagai pengambil keputusan utama dalam bisnis.

Harapan ke Depan
Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan yang lebih inklusif gender dalam mendukung peternakan ikan. Jika perempuan diberi akses yang sama terhadap modal, lahan, pelatihan, dan teknologi, maka produktivitas perikanan bisa meningkat drastis.
Bayangkan jika perempuan di desa-desa Nigeria tidak hanya sekadar membantu, tetapi benar-benar memiliki usaha perikanan sendiri dengan dukungan penuh. Mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan.
Pesan untuk Dunia
Apa yang terjadi di Nigeria sebenarnya bisa menjadi cermin bagi banyak negara lain, termasuk Indonesia. Di berbagai daerah pedesaan Indonesia, perempuan juga memainkan peran besar dalam perikanan. Dari mengolah hasil ikan hingga menjualnya di pasar, kontribusi perempuan sering kali tidak terlihat, padahal sangat vital.
Mendukung perempuan dalam sektor perikanan bukan hanya soal kesetaraan gender, tetapi juga strategi pintar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Peternakan ikan bukan sekadar urusan pangan, tetapi juga jalan menuju pemberdayaan ekonomi perempuan pedesaan. Penelitian di Makurdi, Nigeria, menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam budidaya ikan mampu memberikan tambahan pendapatan yang signifikan, meskipun mereka masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Dengan dukungan yang tepat (baik dari pemerintah, lembaga keuangan, maupun masyarakat) perempuan bisa menjadi pionir dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Jadi, ketika kita melihat kolam ikan di pedesaan, jangan hanya membayangkan lelaki yang bekerja keras di sana. Ada banyak perempuan tangguh yang ikut berjuang, dan kontribusi mereka layak mendapat pengakuan.
Baca juga artikel tentang: Peternakan Gurita: Antara Ambisi Industri dan Peringatan Ilmuwan
REFERENSI:
Iorwuese, Kachina Eugene & Aondoawase, Hiam. 2025. Analysis of Gender Participation in Fish Farming and Income Development of Rural Women in Makurdi Local Government Area, Benue State, Nigeria. Sustainable Development 8 (1), 117-132.


