BIOFIN dan Ternak Lokal: Menyulam Konservasi dengan Ekonomi

Ketika kita berbicara soal ternak, kebanyakan orang mungkin langsung memikirkan sapi perah yang menghasilkan susu melimpah atau ayam ras pedaging yang bisa tumbuh besar dalam waktu singkat. Namun, di balik popularitas ternak modern tersebut, ada kekayaan yang sering terlupakan: ternak lokal atau indigenous breeds.

Ternak lokal sudah beradaptasi selama ratusan tahun dengan lingkungan setempat. Mereka lebih tahan terhadap penyakit, iklim ekstrem, dan bisa hidup dengan sumber pakan yang sederhana. Selain itu, mereka sering menjadi bagian penting dari budaya dan mata pencaharian masyarakat pedesaan. Sayangnya, banyak jenis ternak lokal kini terancam punah karena kalah bersaing dengan ras unggulan hasil rekayasa modern yang dianggap lebih produktif.

Ancaman Serius terhadap Keanekaragaman Ternak

India, salah satu negara dengan sistem peternakan terbesar di dunia, menghadapi persoalan serius: menyusutnya keragaman genetik ternak. Urbanisasi, berkurangnya padang penggembalaan, mekanisasi pertanian, serta wabah penyakit membuat populasi ternak asli semakin berkurang.

Selain itu, tren global yang mendorong produksi tinggi, misalnya sapi perah yang menghasilkan banyak susu atau ayam pedaging dengan pertumbuhan super cepat ikut memperparah situasi. Masyarakat cenderung memilih ras unggul modern, sementara ternak lokal yang lebih lambat tumbuh dianggap kurang menguntungkan. Padahal, kehilangan ternak lokal berarti kita kehilangan benteng alami yang bisa melindungi manusia dari kerentanan pangan di masa depan.

Baca juga artikel tentang: Peternakan Kelinci Berkelanjutan: Manfaat Allicin, Likopen, Vitamin E & C

India dan Komitmen Global

Sebagai bagian dari Aichi Biodiversity Targets (ABTs) dan Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, India memiliki kewajiban hukum untuk melindungi keanekaragaman hayati, termasuk ternak. Negara ini juga menyadari bahwa melestarikan ternak lokal bukan sekadar soal budaya, tetapi juga kunci menjaga ketahanan ekosistem dan ekonomi masyarakat desa.

Namun, melestarikan ternak lokal butuh biaya besar. Pertanyaan besarnya adalah: dari mana datangnya dana untuk menjaga keberlangsungan ternak lokal ini?

Memperkenalkan BIOFIN: Cara Baru Mengatur Dana Konservasi

Di sinilah Biodiversity Finance Initiative (BIOFIN) masuk. BIOFIN adalah sebuah kerangka kerja keuangan yang dikembangkan untuk membantu negara-negara menghitung kebutuhan biaya konservasi keanekaragaman hayati, serta menemukan sumber pendanaan yang tepat.

Dalam konteks peternakan di India, BIOFIN dipakai untuk memetakan dan memperkuat investasi pemerintah di sektor ternak lokal. Dengan BIOFIN, anggaran tidak hanya dihabiskan untuk produksi besar-besaran, tetapi juga diarahkan ke:

  1. Konservasi genetik ternak lokal
  2. Pemanfaatan berkelanjutan (sustainable use)
  3. Pendidikan dan penyadaran masyarakat
  4. Kebijakan dan tata kelola
  5. Akses serta pembagian manfaat

Hasilnya, dari tahun 2016 hingga 2022, pemerintah Madhya Pradesh (salah satu negara bagian di India) menginvestasikan sekitar US$ 727,4 juta untuk mendukung konservasi dan produksi ternak berkelanjutan.

Hasil Nyata di Lapangan

Dengan menggunakan BIOFIN, India berhasil mengidentifikasi 43 skema atau program yang berhubungan dengan ternak lokal. Dana ini dipakai untuk berbagai upaya, seperti:

  • Membiayai pusat konservasi ternak lokal.
  • Meningkatkan penyuluhan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ternak asli.
  • Mengembangkan kebijakan yang mendukung peternak kecil.
  • Memberikan akses pada teknologi ramah lingkungan agar produksi tetap efisien tanpa merusak ekosistem.

Pendekatan ini dianggap sebagai pionir global karena mampu menyelaraskan kebijakan keuangan dengan tujuan konservasi.

Grafik perubahan proporsi dampak langsung dan tidak langsung dari tahun 2016 hingga 2022, dengan tren dominasi dampak tidak langsung kategori “sangat tinggi” yang meningkat signifikan terutama pada 2020–2022.

Meski ada kemajuan, tantangan tetap besar. Salah satu masalah utama adalah fokus yang masih besar pada ternak ras unggul dengan hasil tinggi. Hal ini menimbulkan dilema: di satu sisi, masyarakat butuh produksi susu, daging, atau telur dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di sisi lain, mengutamakan ternak unggul bisa mempercepat hilangnya keragaman genetik lokal.

Selain itu, masih ada hambatan dalam kesadaran masyarakat. Banyak peternak kecil belum memahami betapa berharganya ternak lokal. Mereka cenderung lebih tertarik pada ternak modern yang menjanjikan keuntungan cepat, meski biaya pemeliharaannya lebih tinggi.

Mengapa Ini Penting untuk Dunia?

Cerita dari India memberikan pelajaran penting bagi dunia. Kehilangan ternak lokal bukan hanya masalah India, tetapi masalah global. Ternak lokal bisa menjadi sumber genetik yang sangat berharga di masa depan – misalnya untuk menghadapi perubahan iklim, penyakit baru, atau keterbatasan sumber pakan.

Bayangkan jika ada wabah penyakit global yang menyerang sapi modern. Ternak lokal yang lebih tahan penyakit bisa menjadi “cadangan genetik” yang menyelamatkan industri pangan dunia.

Selain itu, melestarikan ternak lokal juga berarti menjaga keseimbangan ekosistem. Ternak asli biasanya lebih ramah lingkungan, membutuhkan lebih sedikit input buatan, dan berkontribusi pada ekonomi pedesaan dengan cara yang berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Dengan adanya BIOFIN, India telah menunjukkan bahwa konservasi bisa disinergikan dengan kebijakan keuangan. Artinya, melindungi ternak lokal bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan lingkungan.

Jika model ini berhasil di India, negara lain termasuk Indonesia bisa mengadopsinya. Kita juga punya ternak lokal berharga, seperti sapi Bali, kerbau rawa, atau kambing Kacang, yang perlu dilestarikan.

Masa depan peternakan bukan hanya tentang seberapa banyak daging atau susu yang bisa dihasilkan, tetapi juga tentang seberapa bijak kita menjaga warisan genetik untuk generasi mendatang.

Cerita dari India tentang penerapan BIOFIN dalam konservasi ternak lokal mengajarkan kita satu hal penting: keberlanjutan hanya bisa dicapai jika produksi dan konservasi berjalan seimbang. Dunia memang butuh pangan dalam jumlah besar, tapi kita juga butuh keragaman genetik untuk memastikan masa depan yang aman.

Melestarikan ternak lokal adalah bentuk investasi. Bukan hanya investasi pada ekosistem, tetapi juga pada budaya, ekonomi masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya keberlangsungan hidup kita semua.

Baca juga artikel tentang: Lebih dari Sekadar Sawah: Bagaimana Peternakan Itik Membantu Petani Lawan Hama dan Hemat Pupuk

REFERENSI:

Lad, Bakul dkk. 2025. Financing sustainability: Applying the BIOFIN framework to government investments in conserving native and indigenous livestock breeds in central India. PLoS One 20 (8), e0330728.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top