Dalam dunia peternakan, salah satu hal yang paling sering menjadi perhatian utama para peternak maupun peneliti adalah bagaimana cara menilai kondisi tubuh ternak dengan mudah, cepat, dan hasilnya bisa dipercaya. Kondisi tubuh di sini maksudnya adalah tingkat “kegemukan” atau “kekurusan” hewan, yang biasanya dinilai dengan memperhatikan seberapa banyak cadangan lemak dan otot yang dimiliki.
Apabila seekor hewan terlalu kurus, biasanya itu menandakan kurang gizi, penyakit, atau manajemen pakan yang kurang tepat. Sebaliknya, jika hewan terlalu gemuk, bukan hanya boros pakan, tetapi juga bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik atau reproduksi. Hewan dengan kondisi tubuh yang ideal (tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk) umumnya lebih sehat, lebih produktif dalam menghasilkan susu, daging, atau telur, dan memiliki kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan kata lain, menilai kondisi tubuh ternak adalah kunci penting untuk menjaga kesehatan hewan, memastikan hasil produksi yang optimal, sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan dalam peternakan modern.
Sebuah penelitian terbaru yang terbit di Tropical Animal Health and Production (2025) memperkenalkan sistem penilaian kondisi tubuh (Body Condition Score/BCS) yang lebih sesuai untuk hewan ternak di daerah tropis. Artikel ini membahas mengapa sistem ini penting, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya bagi peternak.
Baca juga artikel tentang: Pemuliaan Serangga: Inovasi Kecil untuk Dampak Besar di Dunia Peternakan
Apa Itu Body Condition Score (BCS)?
BCS adalah alat ukur visual dan praktis untuk menilai cadangan tubuh atau tingkat “kegemukan” hewan. Biasanya dilakukan dengan mengamati dan meraba bagian tubuh tertentu yang menjadi indikator cadangan lemak, seperti:
- Pinggul dan punggung
- Leher dan bahu
- Pinggang dan pangkal ekor
Dalam sistem yang ada sebelumnya, BCS banyak dikembangkan untuk hewan di daerah beriklim sedang (temperate), seperti sapi perah di Eropa atau Amerika Utara. Masalahnya, hewan tropis seperti sapi zebu, kerbau, unta, kambing, domba, hingga keledai, memiliki bentuk tubuh yang berbeda sehingga skala penilaian lama sering kali kurang tepat.
Mengapa Peternak Butuh Sistem Baru?
Peternak di daerah tropis menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan di negara beriklim sedang. Fluktuasi ketersediaan pakan akibat musim kering dan hujan, kualitas hijauan yang rendah, serta kondisi lingkungan yang ekstrem membuat ternak sering kali mengalami perubahan berat badan yang drastis.
Tanpa metode penilaian yang sesuai, peternak bisa:
- Salah mengira hewan sudah cukup gemuk padahal sebenarnya kurus.
- Terlambat menyadari jika hewan terlalu kurus sehingga berisiko sakit atau gagal berkembang biak.
- Kesulitan menjaga keseimbangan pakan, antara efisiensi biaya dengan kebutuhan nutrisi hewan.
Itulah mengapa penelitian ini menghadirkan sistem BCS yang disesuaikan khusus untuk hewan tropis, lebih murah, dan mudah digunakan di lapangan.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Sistem baru ini menggunakan skala enam poin:
- 0 = sangat kurus (emaciated)
- 5 = sangat gemuk (overweight)
Skala ini dibuat berdasarkan model hewan betina dewasa (kecuali untuk kuda dan keledai), yang dianggap lebih konsisten untuk kalibrasi.
Penilaian dilakukan dengan memeriksa tiga area utama tubuh hewan:
- Bagian belakang (hindquarters) – termasuk pangkal ekor dan pinggul.
- Bagian dada dan perut (thorax & abdomen).
- Bagian bahu dan leher.
Di tiap area, ada sepuluh titik anatomi yang menjadi acuan, misalnya tonjolan tulang, otot, dan distribusi lemak.
Keunggulan Sistem Baru
- Lebih Relevan untuk Ternak Tropis
Sistem ini pertama kalinya dirancang khusus untuk zebu, kerbau, unta, kambing, domba, dan keledai—jenis hewan yang paling banyak dipelihara di wilayah tropis. - Mudah dan Murah
Tidak butuh alat canggih, cukup dengan pengamatan langsung dan sedikit latihan, peternak bisa mempraktikkannya. - Tingkat Akurasi Tinggi
Hasil penelitian menunjukkan sistem ini memiliki tingkat kesesuaian (reproducibility) yang sangat baik dibandingkan metode lama, dengan nilai akurasi mencapai 0,67 – 0,99. - Seragam dan Bisa Dilatih
Karena menggunakan kriteria yang jelas dan konsisten, sistem ini mudah dipelajari dan diajarkan ke peternak maupun tenaga lapangan.

Penerapan sistem BCS standar untuk hewan tropis dapat membawa dampak besar, antara lain:
- Meningkatkan kesehatan hewan. Hewan yang terlalu kurus lebih rentan sakit, sedangkan yang terlalu gemuk bisa bermasalah dengan reproduksi. Dengan BCS, peternak bisa cepat mengambil tindakan.
- Efisiensi pakan. Peternak bisa menyesuaikan jumlah dan kualitas pakan sesuai kondisi tubuh hewan, sehingga lebih hemat biaya.
- Produktivitas meningkat. Sapi atau kerbau betina dengan kondisi tubuh ideal punya tingkat kesuburan lebih baik, sehingga peluang bunting dan melahirkan anak lebih tinggi.
- Kesejahteraan hewan. Hewan yang dipelihara dengan kondisi tubuh seimbang akan lebih sehat dan nyaman.
Contoh di Lapangan
Bayangkan seorang peternak sapi di pedesaan Afrika Timur. Saat musim kemarau, sapi-sapinya terlihat lebih kurus, tapi tanpa alat ukur yang jelas, sulit menentukan apakah kondisi itu masih wajar atau berbahaya. Dengan sistem BCS tropis ini, ia bisa melihat dengan jelas apakah sapinya berada di skor 1 (kurus) atau sudah mendekati 0 (sangat kurus).
Dari sana, ia bisa memutuskan:
- Apakah perlu menambah pakan tambahan seperti konsentrat.
- Apakah perlu mengatur ulang jadwal kawin sapi betina.
- Atau justru harus menjual sebagian ternak untuk mengurangi beban pakan.
Menuju Peternakan Tropis yang Lebih Berkelanjutan
Sistem baru ini bukan hanya sekadar “alat ukur,” tapi juga sebuah langkah menuju peternakan yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan di daerah tropis. Dengan informasi yang lebih akurat, peternak bisa mengambil keputusan lebih baik, pemerintah bisa merancang program lebih tepat, dan kesejahteraan hewan bisa lebih terjaga.
Ke depan, sistem BCS tropis ini berpotensi menjadi standar global, terutama di negara-negara berkembang yang banyak bergantung pada ternak sebagai sumber pangan, pendapatan, dan tenaga kerja.
Penelitian ini menghadirkan kabar baik bagi dunia peternakan tropis: sebuah sistem penilaian kondisi tubuh ternak yang sederhana, murah, tapi sangat akurat. Dengan skala enam poin dan kriteria anatomi yang jelas, sistem ini bisa membantu peternak, dokter hewan, hingga peneliti untuk memantau kesehatan dan produktivitas ternak dengan lebih baik.
BCS tropis bukan hanya tentang menilai apakah hewan kurus atau gemuk. Lebih dari itu, ini adalah alat penting untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas, efisiensi pakan, dan kesejahteraan hewan.
Dengan sistem ini, harapannya peternak di daerah tropis bisa lebih siap menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus menjaga agar hewan mereka tetap sehat dan produktif sepanjang tahun.
Baca juga artikel tentang: Inovasi Hijau: Dari Cangkang Udang ke Pakan Akuakultur Bernutrisi Tinggi
REFERENSI:
Vall, Eric dkk. 2025. Standardized body condition scoring system for tropical farm animals (large ruminants, small ruminants, and equines). Tropical animal health and production 57 (2), 1-21.


