Parasit Tersembunyi di Ikan Tench: Ancaman Bagi Konsumen dan Peternak

Ikan sudah lama dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang sehat dan bergizi. Konsumsi ikan semakin dianjurkan karena kaya akan asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan manusia. Namun, ada sisi lain yang sering luput dari perhatian: ikan juga bisa menjadi inang bagi parasit yang berpotensi menular ke manusia.

Salah satu kasus terbaru datang dari penelitian di Jerman yang meneliti ikan tench (Tinca tinca), baik yang dibudidayakan di kolam ikan maupun yang hidup liar di perairan alami. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ikan tench dapat terinfeksi larva cacing pipih (trematoda) pada tahap yang disebut metaserkaria. Larva ini bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia jika ikan dikonsumsi mentah atau setengah matang.

Baca juga artikel tentang: Pakan Bernutrisi tapi Beracun? Fakta Aflatoksin B1 yang Harus Diketahui Peternak

Apa Itu Metaserkaria?

Metaserkaria adalah tahap larva akhir dari cacing pipih jenis trematoda. Larva ini biasanya membentuk kista kecil di dalam jaringan otot atau organ ikan. Jika manusia memakan ikan yang mengandung metaserkaria tanpa dimasak dengan baik, larva ini dapat berkembang menjadi cacing dewasa di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Beberapa spesies trematoda bersifat zoonosis dan dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan pencernaan, infeksi hati, hingga kerusakan organ tertentu. Oleh karena itu, keberadaan metaserkaria dalam ikan konsumsi menjadi perhatian besar dalam keamanan pangan.

Penelitian di Jerman: Dari Kolam Budidaya hingga Perairan Liar

Tim peneliti yang dipimpin oleh Claudina Mata-Marcano, Matthias Stöck, dan Klaus Knopf melakukan studi menyeluruh antara Maret hingga September 2022. Mereka mengambil sampel ikan tench dari tiga lokasi budidaya ikan (fish farms) dan tiga lokasi perairan alami di Jerman.

Untuk memastikan identifikasi parasit dilakukan secara tepat, para peneliti menggabungkan dua pendekatan:

  1. Pendekatan morfologi – mengamati bentuk fisik larva parasit dengan mikroskop.
  2. Pendekatan molekuler – menganalisis DNA larva, khususnya gen mitokondria cytochrome oxidase c subunit 1 (cox1) dan ITS1 untuk mengidentifikasi spesies dengan akurat.

Hasilnya, mereka menemukan tiga spesies trematoda berbeda yang menginfeksi otot ikan tench:

  • Pseudamphistomum truncatum (keluarga Opisthorchiidae)
  • Hysteromorpha triloba (keluarga Diplostomidae)
  • Paracoenogonimus ovatus (keluarga Cyathocotylidae)

Spesies dengan Risiko Tertinggi

Dari tiga spesies tersebut, dua di antaranya – P. truncatum dan P. ovatus – memiliki potensi zoonosis tinggi. Artinya, jika manusia mengonsumsi ikan tench yang terinfeksi tanpa dimasak sempurna, risiko penularan penyakit sangat besar.

Tingkat prevalensi kedua spesies ini tergolong tinggi dalam sampel yang diteliti, sehingga memperkuat kekhawatiran bahwa ikan tench bisa menjadi vektor penyebaran penyakit parasit kepada manusia, khususnya di wilayah Eropa yang memiliki tradisi konsumsi ikan segar.

Foto mikroskopis berbagai jenis metaserkarial parasit (opistorchiid, diplostomid, dan cyathocotylid) dalam bentuk kista maupun yang sudah keluar dari kista, yang diisolasi dari ikan tench.

Temuan ini tidak hanya menjadi peringatan bagi konsumen, tetapi juga bagi industri perikanan budidaya. Ikan yang terinfeksi parasit akan menurunkan kualitas produk, mengurangi nilai jual, dan berpotensi merugikan peternak.

Dari sisi kesehatan masyarakat, konsumsi ikan yang kurang matang seperti sushi, sashimi, atau hidangan ikan asap tradisional semakin meningkatkan risiko. Dengan meningkatnya tren konsumsi ikan mentah atau setengah matang di seluruh dunia, potensi wabah penyakit akibat trematoda tidak bisa diabaikan.

Mengapa Identifikasi Parasit Itu Penting?

Banyak parasit pada ikan memiliki bentuk yang mirip satu sama lain sehingga sulit dibedakan hanya dengan pengamatan biasa. Jika identifikasi salah, maka risiko penyebaran penyakit bisa terabaikan.

Penelitian ini menegaskan pentingnya metode gabungan morfologi dan molekuler. Dengan analisis DNA, para peneliti bisa menentukan spesies parasit dengan presisi tinggi, sehingga langkah pencegahan dapat disesuaikan secara tepat.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi pada Manusia?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi parasit dari ikan, baik di tingkat peternakan maupun konsumen:

  1. Pengelolaan tambak ikan yang baik
    • Mengontrol kebersihan air dan mengurangi populasi siput atau inang perantara yang sering membawa larva parasit.
    • Melakukan pemeriksaan rutin pada ikan sebelum dipasarkan.
  2. Penerapan biosafety di sektor perikanan
    • Melibatkan teknologi molekuler untuk memantau keberadaan parasit di budidaya ikan.
    • Memberikan pelatihan kepada peternak tentang tanda-tanda infeksi parasit.
  3. Edukasi konsumen
    • Mengingatkan masyarakat untuk selalu memasak ikan hingga matang sebelum dikonsumsi.
    • Jika ingin mengonsumsi ikan mentah, pastikan sudah melalui prosedur pembekuan khusus untuk membunuh larva parasit.

Pelajaran untuk Masa Depan

Penelitian ini memberikan dua pesan penting:

  1. Budidaya ikan yang aman bukan hanya soal pakan dan kualitas air, tetapi juga soal pengendalian penyakit parasit.
  2. Konsumsi ikan mentah membawa risiko kesehatan yang nyata jika tidak ada pengawasan ketat terhadap keamanan pangan.

Dengan meningkatnya permintaan ikan sebagai sumber protein dunia, riset semacam ini sangat penting agar kita bisa menyeimbangkan antara produktivitas perikanan dan keamanan konsumen.

Ikan tench, yang selama ini dianggap sebagai sumber pangan bergizi, ternyata bisa menjadi inang parasit berbahaya. Temuan di Jerman membuktikan bahwa dua spesies trematoda dengan potensi zoonosis tinggi menginfeksi ikan tench, baik dari kolam budidaya maupun perairan liar.

Bagi masyarakat, pesan utamanya sederhana: pastikan ikan dimasak dengan benar sebelum dikonsumsi. Bagi industri perikanan, penelitian ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap parasit sama pentingnya dengan aspek budidaya lainnya.

Dengan kombinasi sains modern, pengelolaan budidaya yang baik, dan kesadaran konsumen, kita bisa menikmati manfaat gizi ikan tanpa harus khawatir dengan ancaman tersembunyi dari parasit.

Baca juga artikel tentang: Peternakan Gurita: Antara Ambisi Industri dan Peringatan Ilmuwan

REFERENSI:

Mata-Marcano, Claudina dkk. 2025. Morphological and molecular assessment of muscle metacercariae infecting tench Tinca tinca from fish farms and wild populations in Germany. Scientific Reports 15 (1), 23700.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top