Ketika kita membicarakan ternak seperti sapi, kambing, ayam, atau babi, biasanya yang terlintas di benak kita adalah pakan, kandang, atau hasil produksinya seperti daging, susu, dan telur. Namun, ada satu hal penting yang jarang diperhatikan tetapi sangat menentukan kesehatan dan produktivitas hewan-hewan tersebut: mikroba usus.
Mikroba usus adalah jutaan hingga miliaran mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, protozoa) yang hidup di dalam saluran pencernaan hewan. Jangan buru-buru berpikir semua mikroba itu berbahaya. Justru sebaliknya, sebagian besar mikroba ini sangat bermanfaat, mereka membantu hewan mencerna makanan, menghasilkan energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, bahkan memengaruhi pertumbuhan.
Sebelum membahas mikroba lebih jauh, mari kita kenali dulu perbedaan antara ruminansia dan monogastrik.
- Ruminansia (pemamah biak)
Contohnya sapi, kambing, dan domba. Hewan ini memiliki perut yang terdiri dari beberapa ruang (rumen, retikulum, omasum, abomasum). Mereka mengandalkan proses fermentasi yang dilakukan oleh mikroba di dalam rumen untuk mencerna makanan, terutama rumput. Mikroba ini bisa memecah serat kasar (selulosa) yang tidak bisa dicerna oleh enzim tubuh hewan itu sendiri. - Monogastrik (perut tunggal)
Contohnya babi, ayam, kuda, dan kelinci. Mereka hanya punya satu ruang lambung. Pencernaan pada hewan ini lebih banyak bergantung pada enzim yang diproduksi tubuh. Namun, mikroba usus tetap punya peran penting, terutama di usus besar, untuk membantu memecah nutrisi tertentu dan menjaga keseimbangan kesehatan pencernaan.
Perbedaan sistem pencernaan ini membuat komunitas mikroba usus pada ruminansia dan monogastrik juga berbeda.
Baca juga artikel tentang: Lebih dari Sekadar Sawah: Bagaimana Peternakan Itik Membantu Petani Lawan Hama dan Hemat Pupuk
Mengapa Mikroba Usus Sangat Penting?
Mikroba usus pada ternak bukan sekadar “penumpang”, tetapi lebih seperti mitra kerja tak kasat mata. Mereka punya banyak peran vital, di antaranya:
- Membantu pencernaan makanan
Pada sapi, bakteri di rumen mampu memecah serat rumput menjadi asam lemak rantai pendek yang menjadi sumber energi utama bagi hewan. Pada babi dan ayam, mikroba membantu memecah komponen pakan yang sulit dicerna. - Meningkatkan penyerapan nutrisi
Beberapa mikroba menghasilkan enzim tambahan yang membantu hewan memperoleh lebih banyak protein, vitamin, dan energi dari makanannya. - Menjaga kesehatan usus
Mikroba baik bisa melawan mikroba jahat yang menyebabkan penyakit, menjaga keseimbangan, serta memperkuat sistem imun. - Mengurangi penyakit
Hewan dengan mikroba usus yang seimbang cenderung lebih tahan terhadap infeksi dan gangguan pencernaan. - Mendukung produktivitas
Peternak pasti menginginkan ternaknya cepat tumbuh, sehat, dan menghasilkan produk berkualitas. Semua itu sangat dipengaruhi oleh kondisi mikroba di dalam usus.
Kemajuan Penelitian: Dari Misteri ke Peta Lengkap
Dulu, mikroba usus dianggap sebagai “kotak hitam” yang sulit dipelajari. Tetapi kini, berkat kemajuan teknologi sekuensing DNA dan analisis bioinformatika, para ilmuwan bisa memetakan jenis-jenis mikroba yang hidup di dalam usus ternak.
Penelitian terbaru memperlihatkan betapa beragam dan kompleksnya komunitas mikroba ini. Misalnya:
- Pada sapi, mikroba fermentatif sangat dominan karena tugas utamanya adalah memecah serat tanaman.
- Pada babi, banyak ditemukan mikroba yang menghasilkan asam lemak dan vitamin penting.
- Pada ayam, mikroba di usus besar membantu melawan bakteri patogen penyebab penyakit.
Informasi ini membuka peluang besar bagi peternakan modern: jika kita bisa mengelola mikroba usus dengan baik, kita bisa meningkatkan kesehatan ternak tanpa bergantung terlalu banyak pada antibiotik atau obat-obatan.

Selama puluhan tahun, antibiotik banyak digunakan di peternakan bukan hanya untuk mengobati penyakit, tetapi juga sebagai pemacu pertumbuhan. Sayangnya, praktik ini menimbulkan masalah serius: munculnya resistensi antibiotik.
Kini, para ilmuwan dan peternak mencari cara baru agar ternak tetap sehat tanpa bergantung pada antibiotik. Salah satu jawabannya ada pada pengelolaan mikrobiota usus. Dengan memberikan pakan tambahan berupa probiotik, prebiotik, atau sinbiotik, peternak bisa memperkuat populasi mikroba baik di usus ternak. Hasilnya: sistem imun lebih kuat, pertumbuhan lebih optimal, dan ketergantungan pada antibiotik berkurang.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski prospeknya menjanjikan, masih ada banyak tantangan dalam penelitian mikroba usus:
- Kompleksitas komunitas mikroba
Satu ekor sapi saja bisa memiliki ribuan jenis mikroba berbeda. Memahami interaksi di antara mereka bukan perkara mudah. - Perbedaan individu
Mikroba usus bisa berbeda antara satu hewan dengan hewan lain, tergantung usia, jenis pakan, lingkungan, bahkan genetik. - Aplikasi praktis di peternakan
Tidak semua peternak bisa langsung menerapkan teknologi canggih untuk memantau mikrobiota ternak mereka.
Namun, arah penelitian sangat jelas: mengoptimalkan mikroba usus berarti mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas ternak.
Mikroba usus mungkin tidak terlihat, tapi perannya luar biasa besar dalam kehidupan ternak. Mereka adalah pabrik mini di dalam tubuh hewan, yang bekerja tanpa henti untuk memecah makanan, menyediakan energi, melawan penyakit, dan menjaga keseimbangan kesehatan.
Bagi masa depan peternakan, memahami dan mengelola mikroba usus adalah salah satu kunci penting. Dengan cara ini, kita bisa menciptakan sistem peternakan yang lebih sehat, lebih produktif, dan lebih ramah lingkungan.
Jadi, saat kita menikmati segelas susu segar atau sepotong daging, ingatlah bahwa ada jutaan mikroba baik di balik itu semua, pahlawan kecil yang menjaga ternak tetap sehat dan produktif.
Baca juga artikel tentang: Daging Kelinci: Potensi Tersembunyi di Dunia Peternakan
REFERENSI:
Tardiolo, Giuseppe dkk. 2025. Gut microbiota of ruminants and monogastric livestock: An overview. Animals 15 (5), 758.


