Di banyak negara berkembang, ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan babi bukan hanya sumber daging, susu, atau telur. Mereka juga menjadi “tabungan hidup” bagi keluarga petani kecil, sumber pupuk alami, hingga sarana transportasi di pedesaan. Namun, ada satu masalah besar yang sering menghantui peternakan di negara-negara ini: penyakit ternak.
Penyakit yang menyerang ternak tidak hanya mengurangi produksi susu atau daging, tetapi juga bisa menghapus seluruh penghasilan sebuah keluarga. Lebih buruk lagi, beberapa penyakit hewan bisa menular ke manusia (zoonosis), misalnya flu burung atau brucellosis. Di sinilah pendekatan One Health atau Satu Kesehatan menjadi sangat penting.
Apa itu pendekatan One Health?
One Health adalah cara pandang yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan. Artinya, kita tidak bisa hanya mengobati hewan yang sakit, tapi juga harus melihat kebersihan kandang, kualitas pakan, kondisi lingkungan, dan bahkan peran masyarakat sekitar.
Contohnya: jika air di desa tercemar, ternak bisa mudah sakit. Jika ternak sakit, penyakit bisa menular ke manusia. Maka, solusi harus menyentuh semua sisi: perbaikan lingkungan, akses layanan dokter hewan, dan edukasi masyarakat.
Baca juga artikel tentang: Lebih dari Sekadar Sawah: Bagaimana Peternakan Itik Membantu Petani Lawan Hama dan Hemat Pupuk
Tantangan besar peternakan di negara berkembang
Menurut kajian terbaru, ada beberapa masalah utama yang membuat penyakit ternak sulit dikendalikan di negara berkembang:
- Manajemen pemeliharaan yang kurang baik
Banyak peternak masih memberi pakan seadanya, kandang tidak teratur, dan kebersihan kurang terjaga. Hal ini membuat hewan lebih rentan terhadap penyakit. - Kurangnya akses ke layanan kesehatan hewan
Dokter hewan dan obat-obatan seringkali mahal atau sulit dijangkau di pedesaan. Akibatnya, penyakit dibiarkan hingga menyebar luas. - Kemiskinan dan kesenjangan sosial
Peternakan sering dikelola oleh keluarga miskin yang tidak punya modal untuk memperbaiki kandang atau membeli pakan berkualitas. - Keterbatasan infrastruktur
Sistem rantai pasok obat, vaksin, hingga laboratorium diagnostik sangat terbatas. Hal ini membuat pencegahan dan deteksi dini sulit dilakukan. - Ancaman penyakit menular lintas manusia-hewan
Penyakit zoonosis semakin mudah menyebar di dunia global saat ini, dan negara berkembang sering menjadi titik rawan karena lemahnya sistem kesehatan.

Meskipun banyak tantangan, pendekatan One Health menawarkan beberapa peluang penting:
- Peningkatan produksi pangan
Ternak yang sehat berarti lebih banyak daging, susu, dan telur yang aman dikonsumsi masyarakat. Ini bisa mengurangi kekurangan gizi di daerah miskin. - Ekonomi lebih stabil
Dengan menurunnya angka kematian ternak, petani kecil bisa memiliki penghasilan lebih pasti. - Perlindungan kesehatan masyarakat
Dengan mengendalikan penyakit pada hewan, risiko penularan ke manusia juga ikut berkurang. - Pengelolaan lingkungan lebih baik
One Health juga mendorong praktik ramah lingkungan, seperti pengelolaan limbah ternak agar tidak mencemari sungai.
Contoh nyata penerapan One Health
Beberapa program sudah mulai dijalankan di negara berkembang:
- Vaksinasi massal untuk ternak dalam skala desa, yang tidak hanya melindungi hewan tetapi juga menekan risiko penularan ke manusia.
- Pelatihan peternak kecil mengenai kebersihan kandang, manajemen pakan, dan cara mengenali gejala penyakit lebih dini.
- Kolaborasi lintas sektor antara dinas kesehatan, pertanian, dan lingkungan dalam melacak dan mengendalikan wabah penyakit.
- Penggunaan teknologi sederhana, seperti aplikasi di ponsel untuk melaporkan penyakit ternak di desa terpencil, sehingga bisa ditangani lebih cepat.

Mungkin kita berpikir masalah ini hanya milik petani atau pemerintah di negara berkembang. Padahal, kita semua terhubung dalam sistem pangan global.
Daging atau susu yang kita konsumsi bisa saja berasal dari negara lain, dan penyakit ternak bisa menyeberang lintas negara dengan cepat. Selain itu, penggunaan antibiotik yang berlebihan di peternakan dapat memicu resistensi bakteri, yang akhirnya juga berdampak pada kesehatan manusia di seluruh dunia.
Dengan memilih produk hewan dari peternakan yang berkelanjutan dan mendukung program kesehatan hewan, konsumen ikut membantu menciptakan sistem pangan yang lebih sehat.
Masa depan: harapan dan tantangan
Para peneliti optimis bahwa pendekatan One Health bisa menjadi kunci untuk mengurangi penyakit ternak di negara berkembang. Namun, ada beberapa syarat penting:
- Investasi besar dalam infrastruktur kesehatan hewan.
- Edukasi berkelanjutan untuk peternak kecil agar mereka bisa menerapkan praktik pemeliharaan yang lebih baik.
- Kerja sama internasional dalam mencegah dan mengendalikan penyakit lintas batas.
- Pemanfaatan teknologi modern, mulai dari kecerdasan buatan untuk deteksi penyakit hingga sistem pemantauan berbasis satelit.
Jika hal-hal ini bisa dilakukan, maka mimpi peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil.
Penyakit ternak bukan hanya urusan petani, tapi masalah bersama yang menyangkut pangan, kesehatan, dan masa depan kita. Melalui pendekatan One Health, negara berkembang punya kesempatan besar untuk memperkuat ketahanan pangan, melindungi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, peternak, dan konsumen, kita bisa menciptakan sistem peternakan yang lebih sehat dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Baca juga artikel tentang: Peternakan Kelinci Berkelanjutan: Manfaat Allicin, Likopen, Vitamin E & C
REFERENSI:
Lane, Jennifer K dkk. 2025. A One Health Approach to Reducing Livestock Disease Prevalence in Developing Countries: Advances, Challenges, and Prospects. Annual review of animal biosciences 13.


