Menuju Net-Zero 2070: Peran Peternakan dalam Menyelamatkan Iklim

Ketika kita membayangkan sapi atau domba di padang rumput, jarang sekali kita langsung memikirkan “emisi karbon”. Namun kenyataannya, sektor peternakan adalah salah satu penyumbang besar gas rumah kaca (GRK) dunia. Gas-gas ini, seperti metana dan karbon dioksida, berperan besar dalam mempercepat perubahan iklim.

Sebuah penelitian terbaru berjudul “Sustainable Livestock Solutions: Addressing Carbon Footprint Challenges from Indian and Global Perspectives” mencoba menjawab tantangan besar ini. Peneliti menyoroti bagaimana India, sebagai salah satu negara dengan populasi ternak terbesar di dunia, bisa menjadi contoh dalam mencari solusi peternakan berkelanjutan. Mari kita bahas dengan bahasa yang sederhana.

Peternakan adalah tulang punggung pangan dunia. Daging, susu, telur, dan produk turunannya adalah sumber utama protein hewani bagi miliaran orang. Tetapi ada sisi gelap yang sering terlupakan: setiap sapi atau kambing menghasilkan emisi metana dari proses pencernaan mereka.

Metana adalah gas rumah kaca yang 25 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida dalam menjebak panas di atmosfer. Jika ditotal, sektor peternakan menyumbang sekitar 7% dari emisi global angka yang sangat besar. Di India sendiri, pada tahun 2022, total emisi dari ternak mencapai 3,9 miliar metrik ton CO₂ setara.

Angka ini menempatkan India dalam posisi penting: meski menghadapi tantangan besar, mereka juga punya peluang emas untuk memimpin perubahan global.

Baca juga artikel tentang: Lebih dari Sekadar Sawah: Bagaimana Peternakan Itik Membantu Petani Lawan Hama dan Hemat Pupuk

India: Raksasa Peternakan Dunia

India adalah rumah bagi jutaan sapi, kerbau, kambing, dan domba. Dengan jumlah ternak yang sangat besar, India menjadi pemasok utama susu dan produk ternak lainnya di dunia. Bagi masyarakat pedesaan, ternak bukan hanya sumber pangan, tapi juga sumber penghidupan, tabungan, bahkan simbol status sosial.

Namun, populasi ternak yang begitu banyak berarti juga banyak emisi gas rumah kaca. Inilah dilema besar: bagaimana memberi makan jutaan orang sekaligus tanpa merusak bumi?

Perbandingan jejak gas rumah kaca India dibandingkan dengan negara-negara ekonomi utama dunia lainnya pada tahun 2021. Jejak GRK yang ditampilkan dalam miliar metrik ton.

Para peneliti menyarankan bahwa solusi bisa ditemukan lewat sains dan teknologi modern. Beberapa strategi yang mereka sebutkan antara lain:

  1. Modifikasi Pakan Ruminansia
    Dengan mengubah komposisi pakan, emisi metana dari sapi bisa dikurangi. Misalnya, penambahan alga laut tertentu terbukti mampu menekan produksi gas metana di perut sapi.
  2. Manajemen Kotoran yang Lebih Baik
    Kotoran ternak bisa diolah menjadi biogas, sehingga tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga menghasilkan energi terbarukan untuk rumah tangga pedesaan.
  3. Teknologi Nutrisi Presisi
    Dengan bantuan sensor dan perangkat pintar, kebutuhan nutrisi ternak bisa dihitung secara tepat. Hasilnya, pakan tidak berlebihan, ternak lebih sehat, dan emisi lebih rendah.
  4. Pemodelan Berbasis AI
    Kecerdasan buatan dapat membantu pemerintah dan peternak membuat kebijakan yang lebih efektif. Misalnya, memprediksi dampak suatu kebijakan pakan terhadap emisi atau menentukan strategi terbaik untuk mencapai target net zero emission.

Menuju Net-Zero Emission 2070

India telah berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2070. Itu artinya, jumlah emisi yang dikeluarkan harus sama dengan jumlah yang bisa diserap atau diimbangi.

Dalam konteks peternakan, ini bukan tugas yang mudah. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kombinasi kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan keterlibatan peternak lokal, target ini bukan hal yang mustahil.

Representasi visual sumber emisi dan penyerapan GRK yang perlu diperhitungkan selama pengumpulan data inventarisasi.

Contohnya, jika peternak kecil didukung dengan akses teknologi biogas, maka kotoran sapi yang tadinya hanya menambah polusi bisa diubah menjadi listrik untuk desa mereka. Ini memberikan manfaat ganda: mengurangi emisi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pelajaran untuk Dunia

Mengapa penelitian ini penting tidak hanya untuk India, tapi juga untuk seluruh dunia? Karena tantangan yang dihadapi India sebenarnya adalah gambaran dari masalah global.

Banyak negara berkembang bergantung pada peternakan untuk pangan dan penghidupan. Namun di sisi lain, tekanan untuk mengurangi emisi terus meningkat. Dengan mempelajari cara India menyeimbangkan kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan, negara lain bisa mengambil pelajaran berharga.

Strategi untuk mengurangi emisi GRK dari peternakan.

Kabar baiknya, berbagai inovasi sudah mulai diterapkan. Dari penggunaan sensor untuk memantau kesehatan ternak, hingga riset pakan alternatif ramah lingkungan. Bahkan, anak muda di desa-desa India mulai dilatih untuk mengelola sistem peternakan berkelanjutan berbasis teknologi.

Namun, perubahan ini butuh dukungan nyata: dari kebijakan pemerintah, investasi swasta, hingga kesadaran konsumen. Kita sebagai konsumen juga punya peran penting. Dengan lebih memilih produk ternak yang ramah lingkungan atau mendukung program keberlanjutan, kita ikut mendorong perubahan besar.

Peternakan adalah pedang bermata dua: di satu sisi memberi makan dan menghidupi jutaan orang, di sisi lain menjadi penyumbang besar emisi karbon. India, dengan tantangan dan potensinya, bisa menjadi laboratorium global untuk mencari solusi.

Jika langkah-langkah yang mereka ambil berhasil, dunia bisa meniru untuk mengurangi jejak karbon dari peternakan. Harapannya, pada tahun 2070, sektor ini tidak lagi dipandang sebagai masalah besar iklim, melainkan bagian dari solusi menuju bumi yang lebih sehat.

Baca juga artikel tentang: Peternakan Kelinci Berkelanjutan: Manfaat Allicin, Likopen, Vitamin E & C

REFERENSI:

Samad, Hari Abdul dkk. 2025. Sustainable livestock solutions: Addressing carbon footprint challenges from Indian and global perspectives. Sustainability 17 (5), 2105.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top